kumpulan berbagai tips

Kamis, 17 Juli 2014

TETES MATA




Bagaimana mengenali mata merah akibat iritasi atau infeksi? Kapan boleh memakai air mata buatan? Yang jelas, pemakaian tetes mata tak boleh sembarangan. Salah satu gejalanya adalah mata merah. Mata merah bisa jadi gejala adanya infeksi di dalam mata, tapi bisa juga hanya gangguan mata ringan, misalnya iritasi ringan. Gangguan mata di anggap ringan bila tidak mengganggu penglihatan. Gangguan mata ringan hanya mengenai mata bagian luar, yaitu bagian putihnya saja. Bila kelopak mata bagian dalam ikut memerah, biasanya tanda terjadi infeksi. Infeksi juga biasa diikuti belekan atau mata terus berair. Apalagi, bila gangguan ini juga menurunkan kualitas penglihatan, yaitu menjadi buram. Semua penyakit mata yang membuat penglihatan buram, bisa dianggap serius, karena fungsi utama mata, untuk melihat. Sebelum memeriksakan gangguan mata ke dokter, biasanya orang akan mengobatinya lebih dulu dengan tetes mata yang banyak dijual bebas di pasaran. Selain tetes mata ringan yang sekadar berfungsi menghilangkan mata merah karena iritasi ringan, ada pula yang mengandung antibiotik dan steroid. Antibiotik sendiri berfungsi untuk mengut\rangi glukoma, yaitu tekanan mata yang meningkat. Sedangkan steroid merupakan zat antialergi dan antiradang. Tetes mata yang mengandung steroid memang biasa dipakai untuk menyembuhkan radang. Namun pemberian steroid pada kasus infeksi kuman, virus, atau jamur, justru akan membuat efek lebih berat dan membahayakan. Kuman akan lebih cepat berkembang. Tetes mata yang mengandung steroid memang paling bagus dan cepat membuat mata nyaman. Tapi harus konsultasi ke dokter dulu dan pemakainnya pun tidak boleh berlama-lama karena banyak efek sampingnya dalam jangka panjang. Katarak dan glukoma bisa muncul. Bahkan, kalau terus berlanjut, penglihatan bisa rusak. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar