Bagaimana mengenali mata merah akibat iritasi atau
infeksi? Kapan boleh memakai air mata buatan? Yang jelas, pemakaian tetes mata
tak boleh sembarangan. Salah satu gejalanya adalah mata merah. Mata merah bisa
jadi gejala adanya infeksi di dalam mata, tapi bisa juga hanya gangguan mata
ringan, misalnya iritasi ringan. Gangguan mata di anggap ringan bila tidak
mengganggu penglihatan. Gangguan mata ringan hanya mengenai mata bagian luar,
yaitu bagian putihnya saja. Bila kelopak mata bagian dalam ikut memerah, biasanya
tanda terjadi infeksi. Infeksi juga biasa diikuti belekan atau mata terus
berair. Apalagi, bila gangguan ini juga menurunkan kualitas penglihatan, yaitu
menjadi buram. Semua penyakit mata yang membuat penglihatan buram, bisa
dianggap serius, karena fungsi utama mata, untuk melihat. Sebelum memeriksakan
gangguan mata ke dokter, biasanya orang akan mengobatinya lebih dulu dengan
tetes mata yang banyak dijual bebas di pasaran. Selain tetes mata ringan yang
sekadar berfungsi menghilangkan mata merah karena iritasi ringan, ada pula yang
mengandung antibiotik dan steroid. Antibiotik sendiri berfungsi untuk
mengut\rangi glukoma, yaitu tekanan mata yang meningkat. Sedangkan steroid
merupakan zat antialergi dan antiradang. Tetes mata yang mengandung steroid memang
biasa dipakai untuk menyembuhkan radang. Namun pemberian steroid pada kasus
infeksi kuman, virus, atau jamur, justru akan membuat efek lebih berat dan
membahayakan. Kuman akan lebih cepat berkembang. Tetes mata yang mengandung
steroid memang paling bagus dan cepat membuat mata nyaman. Tapi harus
konsultasi ke dokter dulu dan pemakainnya pun tidak boleh berlama-lama karena
banyak efek sampingnya dalam jangka panjang. Katarak dan glukoma bisa muncul.
Bahkan, kalau terus berlanjut, penglihatan bisa rusak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar